Siap memulai proses desain rumah bersama Arisha Studio? Agar komunikasi dengan arsitek berjalan lebih lancar, ada baiknya anda memahami beberapa istilah yang sering muncul dalam dunia arsitektur hunian.

Berikut daftar 50 istilah penting yang perlu anda ketahui :
1. Fasad
Bagian luar bangunan yang menjadi “wajah” utama. Bisa berada di depan, samping, atau belakang, dan sangat berpengaruh pada nilai estetika dan karakter rumah.
2. Focal Point
Elemen yang langsung menarik perhatian dalam sebuah ruang atau tampilan bangunan. Bisa berupa dekorasi, warna, material, lampu, maupun bentuk bangunan.
3. Artwork
Segala bentuk karya seni, lukisan, patung, ukiran, instalasi—yang dipakai untuk mempercantik ruang.
4. Secondary Skin
Lapisan tambahan di luar dinding utama yang berfungsi meredam panas dan memperindah tampilan fasad.
5. Pilar
Tiang struktur yang membantu menopang beban bangunan, terutama atap dan lantai atas.
6. Kanopi
Atap tambahan yang biasanya dipasang di area carport, balkon, atau taman sebagai pelindung dari hujan dan panas.
7. Carport
Area parkir semi-terbuka di depan rumah yang biasanya terlindungi kanopi.
8. Garasi
Ruang parkir tertutup yang aman dari cuaca dan risiko pencurian.
9. Basement
Ruangan yang berada di bawah permukaan tanah, biasanya digunakan untuk gudang, parkir, home theater, atau ruang hobi.
10. Teras
Ruang transisi sebelum masuk rumah, sering dijadikan tempat bersantai atau menerima tamu.
11. Balkon
Teras yang berada di lantai atas, dengan sisi terbuka atau berpagar.
12. Rooftop
Area di atas bangunan yang dapat difungsikan sebagai tempat berkumpul, taman, hingga lounge outdoor.
13. Foyer
Area penerima tamu setelah pintu masuk, sebagai ruang transisi menuju ruang utama.
14. Koridor
Lorong yang menghubungkan satu ruang ke ruang lainnya.
15. Void
Ruang kosong vertikal dari lantai bawah hingga atas, membuat rumah terasa lebih lega, terang, dan bersirkulasi udara baik.
16. Partisi
Pemisah ruang yang biasanya bersifat semi permanen, terbuat dari kayu, gypsum, kaca, atau logam.
17. Mezzanine
Tambahan lantai di tengah ketinggian dinding, mirip balkon di dalam ruangan, sebagai ruang ekstra.
18. Split Level
Perbedaan tinggi lantai antar ruang yang membuat rumah terlihat dinamis dan efisien pada lahan miring.
19. Bordes
Area datar di tengah tangga untuk istirahat sebelum melanjutkan naik.
20. Drop Ceiling
Plafon yang diturunkan di area tertentu untuk memberikan efek dekoratif.
21. Up Ceiling
Plafon yang dibuat lebih tinggi dibanding bidang sekitarnya agar ruang terasa lapang.
22. Backdrop
Latar dekoratif yang dipasang di dinding, biasanya di ruang TV atau kamar tidur.
23. Decorative Wall
Dinding yang diberi sentuhan hiasan seperti panel, mural, wallpaper, atau tanaman.
24. Wall Panel
Panel dekoratif yang dipasang di dinding untuk menciptakan tekstur atau motif tertentu.
25. Wallpaper
Kertas pelapis dinding dengan pola dan warna yang mempercantik interior.
26. Walk-in Closet
Ruang khusus untuk berpakaian, menyimpan pakaian dan aksesoris, biasanya terhubung ke kamar tidur utama.
27. Powder Room
Toilet kecil untuk tamu, biasanya dekat foyer atau ruang tamu.
28. Wet Kitchen / Dapur Basah
Area memasak utama untuk mengolah masakan berat dan aktivitas dapur intensif.
29. Dry Kitchen / Dapur Kering
Area membuat makanan ringan atau penyajian cepat, biasanya menyatu dengan ruang makan.
30. Island Table
Meja di tengah dapur untuk menyiapkan makanan atau sebagai mini bar.
31. Pantry
Area penyimpanan makanan ringan atau minuman, sering berada jauh dari dapur utama.
32. Reading Nook
Spot baca nyaman di dekat jendela, dilengkapi dudukan dan rak buku.
33. Pintu Sliding
Pintu geser yang menghemat ruang saat dibuka.
34. Pintu Folding
Pintu lipat dengan beberapa panel yang digeser sekaligus.
35. Pintu Swing
Pintu standar yang dibuka dengan cara didorong atau ditarik.
36. Grill Kayu
Susunan bilah kayu berjajar sebagai partisi, hiasan dinding, atau secondary skin.
37. Railing
Pengaman di tangga, balkon, atau void.
38. Atap Limasan
Atap dengan empat sisi miring yang umum digunakan di Indonesia.
39. Atap Mansard
Atap khas Eropa dengan dua tingkat kemiringan pada tiap sisinya.
40. Atap Pelana
Atap dua bidang miring yang bertemu di satu garis puncak.
41. Atap Kubah
Atap berbentuk setengah bola, sering digunakan untuk masjid atau bangunan monumental.
42. Atap Menara
Atap lancip yang bertemu di satu titik, umumnya pada menara atau bangunan vertikal.
43. Atap Bonnet (Joglo)
Atap limas yang terpotong di bagian atas dengan kemiringan khas arsitektur Jawa.
44. Atap Tongkonan
Atap khas rumah adat Toraja yang melengkung menyerupai perahu.
45. Atap Sandar
Atap satu sisi miring yang menempel ke dinding bangunan lain.
46. Atap Datar
Atap dengan kemiringan minimal untuk mengalirkan air, sering dipakai pada desain modern.
47. Backyard
Halaman belakang rumah.
48. Patio
Taman kecil atau area terbuka di tengah/di dalam rumah.
49. Angkul-angkul
Gerbang tradisional Bali yang menjadi akses masuk ke area rumah atau villa.
50. Gazebo
Bangunan kecil di area outdoor untuk duduk, santai, dan menikmati pemandangan.
Dengan memahami istilah-istilah ini, proses komunikasi anda dengan arsitek akan jauh lebih mudah dan efektif. Sekarang Anda siap memulai perjalanan desain bersama Arisha Studio dan mewujudkan rumah impian yang benar-benar sesuai kebutuhan dan gaya hidup anda!